15 September, Seluruh Pokja Laporkan Hasil Kerja kepada Tim Transisi

Deputi Tim Transisi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Andi Widjajanto mengatakan bahwa batas akhir tugas kelompok kerja (pokja) sampai 15 September 2014. Di hari itu, 22 pokja akan melaporkan semua hasil kerja sesuai dengan bidang yang ditangani.

"Seluruhnya selesai dan deadline-nya sampai jam 04.00 sore," kata Andi, di Kantor Tim Transisi, Jakarta, Sabtu (13/9/2014).

Andi menjelaskan, Jokowi meminta masing-masing pokja memberikan laporan dalam tiga lembar kertas, tetapi lengkap dan disertai dengan narasi. Laporan itu akan diperiksa dan ada penambahan waktu kerja untuk pokja memperbaiki laporannya.

Sedangkan untuk Tim Transisi, masa kerjanya masih akan berlangsung sampai 30 September 2014. Kalaupun ada penambahan waktu, maka waktunya akan berakhir sebelum hari pelantikan Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2014.

"Di tanggal 15 (September) itu pokja sudah selesai bekerja dan kerja Tim Transisi sudah selesai 90 persen," ujarnya.

Setelah pokja selesai bekerja, maka pekerjaan Tim Transisi sedikit longgar. Pasalnya, penyiapan transisi pemerintahan akan lebih dominan di area politik. Di area ini, Jokowi-JK akan banyak berkomunikasi dengan elite partai politik dan pihak lainnya untuk menentukan komposisi kabinet pemerintahannya.

Tim Transisi Diminta Fokus Konsolidasi dengan Pemerintahan SBY

Pengamat politik dari Lingkar Madani untuk Indonesia Ray Rangkuti mengkritik Tim Transisi Joko Widodo-Jusuf Kalla yang lebih banyak membicarakan perancangan kabinet dari pada konsolidasi dengan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. 
sby dan jokowi

Menurut Ray, sejak awal dibentuk, seharusnya Tim Transisi lebih banyak melakukan pengawasan dan lobi-lobi agar pemerintahan lama tidak membuat program-program yang menyulitkan pemerintahan baru Jokowi-JK. 

Ray mencontohkan, Tim Transisi yang "kecolongan" mengenai kebijakan pembelian mobil Mercedes Benz untuk pemerintahan yang akan datang oleh pemerintahan SBY. Juga soal penetapan anggaran rapat yang angkanya mencapai Rp 18 triliun.

"Itu (Mercy dan anggaran rapat Rp 18 triliun) kan tidak sesuai dengan standarnya Jokowi. Harusnya Tim Transisi sejak awal sudah konsolidasikan ini. Sampai-sampai Jokowi saja responnya kaget. Artinya Tim Transisi tidak konsolidasikan ini," kata Ray di Restoran Rarampa Kebayoran Baru Jakarta Selatan, Sabtu (13/9/2014). 

Ray menambahkan Tim Transisi seharusnya kembali kepada fungsinya, sesuai dengan tujuan didirikan yaitu sebagai jembatan antara pemerintahan lama dengan yang baru.

Ray mengkhawatirkan akan ada lagi program dari pemerintahan SBY yang berpotentsi menyulitkan program Jokowi-JK.

Ray mencontohkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dirancang SBY hingga tahun 2015. Sementara dalam program Jokowi, kata Ray, tidak ada program BLT. Yang ada adalah Kartu Indonesia Sehat dan Kartu Indonesia Pintar. 

"Ke Bawah (masyarakat) pemerintah (SBY janjikan ini bahkan sampai 2019. Padahal program Jokowi itu Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar. Itu contoh saja. Hal ini yang harus diawasi oleh Tim Transisi," ucap Ray.

Posted in: , , , , , , ,

0 komentar for "15 September, Seluruh Pokja Laporkan Hasil Kerja kepada Tim Transisi"

Leave a reply