Beita tentang Bok Ahok: Dilaporin ke Polisi ? Pura-pura Gila Aja ucap artikel kompas.com

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama enggan menanggapi berbagai pernyataan yang terkait dengan rencana anggota DPRD DKI yang akan melaporkan dia ke kepolisian, seperti yang dilontarkan Ketua DPD DKI Partai Gerindra Mohamad Taufik.

"Saya ini kerjaannya banyak, enggak usah urusi omongan orang politik," kata Basuki, di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2014).

Saat kembali didesak wartawan terkait rencana pelaporan polisi, Basuki lagi-lagi enggan menanggapi serius. Bahkan, pria yang akrab disapa Ahok itu mengaku sudah kebal karena berulang kali dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Sudahlah enggak usah dibahas lagi, mau ngelaporin saya ke polisi kan hak setiap warga negara. Nanti PPG saja, pura-pura gila. Ha-ha-ha...," kata Basuki tertawa.

Sebagai informasi, sebelumnya M Taufik mengancam bakal memolisikan Basuki karena berbagai pernyataannya ke media telah menghina institusi DPRD.

Beberapa pernyataan Basuki dianggap menyinggung M Taufik beserta anggota DPRD lain yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih, seperti sebutan DPRD calo, kepala daerah dijadikan sapi perah oleh DPRD, dan lainnya.

Padahal sebagai Wagub, lanjut dia, seharusnya Basuki bisa menjaga hubungan baik antara eksekutif dan legislatif. Rencananya, pelaporan itu akan berlangsung pekan depan dan dilaksanakan oleh partai Koalisi Merah Putih di DPRD DKI.

"Jalur hukumnya ditempuh juga. Kita mau mengajukan ke kepolisian karena ini penghinaan terhadap lembaga negara," kata Taufik.

Partai PKS Tidak Setuju Ahok Dilaporkan ke Polisi, Ini dia Alasannya

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana mengatakan bahwa Fraksi PKS tidak akan ikut serta dalam rencana melaporkan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Purnama ke kepolisian. 

Ia menyatakan tidak setuju dengan rencana tersebut. Menurut Sani (sapaan Triwisaksana), fraksi partainya tidak ikut serta dalam pelaporan karena para anggota Fraksi PKS tidak merasa tersindir dengan pernyataan Ahok yang mengibaratkan anggota DPRD seperti calo yang tidak pantas diberi wewenang untuk memilih kepala daerah. 

"Biar saja mereka (DPRD dari partai lain) melakukan itu, tetapi kami tidak berbuat serupa. Kami tidak tersinggung karena tidak merasa melakukan tudingan itu," kata Sani, di Gedung DPRD DKI, Jumat (12/9/2014). [Baca: Dianggap Menghina DPRD, Ahok Akan Dilaporkan ke Polisi]

Meski demikian, Ketua DPW PKS DKI Jakarta itu memaklumi adanya upaya untuk melaporkan Ahok ke kepolisian. Dia menyayangkan pernyataan Ahok yang menyebut anggota DPRD suka memeras dan memperbudak lembaga eksekutif. 

Sani menganggap bahwa Ahok tak sepantasnya melontarkan pernyataan yang justru dapat memperlambat agenda pembangunan, seperti pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2015. 

"Semestinya, pejabat publik yang menjabat sebagai wakil gubernur menunjukkan sikap yang bijak dan menyejukkan semua pihak terkait. Kalau RAPBD terlambat disahkan, kondisi itu akan menimbulkan keterlambatan pada proses pembangunan daerah. Yang dirugikan masyarakat juga," ucap Sani. 

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga anggota Fraksi Partai Gerindra, M Taufik, berencana melaporkan Ahok ke kepolisian untuk kasus pencemaran nama baik. Hal itu sehubungan dengan pernyataan Ahok yang menilai DPRD laiknya calo yang tak pantas diberi wewenang untuk memilih kepala daerah. 

Seperti diberitakan juga, beberapa anggota DPRD DKI menyatakan keberatan dengan pernyataan Basuki yang menyamakan anggota DPRD dengan calo. Pernyataan itu dilontarkan Basuki terkait dengan revisi UU Pemilu Kepala Daerah. Wacana bahwa pemilihan kepala daerah dikembalikan ke DPRD itu menguat dalam rencana revisi tersebut. 

"Keterwakilan rakyat itu tidak bisa melalui calo. Jadi, harus rakyat langsung yang memilih wakilnya," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (11/9/2014).

Posted in: , , ,

0 komentar for "Beita tentang Bok Ahok: Dilaporin ke Polisi ? Pura-pura Gila Aja ucap artikel kompas.com"

Leave a reply